KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Kali ini, prestasi gemilang datang dari Fakultas Analis Kesehatan yang berhasil meraih gelar juara pertama dalam Kompetisi Riset Kesehatan Masyarakat Tingkat Nasional (KRKM) tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada 15-17 April 2026 lalu.
Tim mahasiswa yang terdiri dari empat orang berhasil mengalahkan lebih dari 87 peserta dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Mereka adalah Nur Azizah (semester VI), Muhammad Irfan Pratama (semester IV), Siti Rahma Wijaya (semester VI), dan Dika Setiawan (semester VIII), yang secara konsisten menunjukkan dedikasi luar biasa dalam penelitian bidang kesehatan masyarakat.
Penelitian yang mereka presentasikan berjudul “Implementasi Model Surveilans Terpadu Penyakit Tidak Menular di Wilayah Terpencil Sulawesi Tenggara: Studi Kasus Kabupaten Buton” menjadi sorotan utama para juri karena inovasi, metodologi yang kuat, dan relevansi terhadap permasalahan kesehatan publik di Indonesia timur.
Latar Belakang Penelitian dan Motivasi
Penelitian ini berawal dari pengamatan mendalam terhadap tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat di wilayah terpencil Sulawesi Tenggara. Nur Azizah, ketua tim peneliti, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kekhawatiran mereka terhadap minimnya data surveilans penyakit tidak menular (PTM) di daerah-daerah terpencil.
“Kami melihat bahwa banyak kabupaten di Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Buton, belum memiliki sistem surveilans yang terstruktur dengan baik untuk penyakit-penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan kanker,” ujar Nur Azizah dalam wawancara eksklusif di Laboratorium Analis Kesehatan Unismuh Kendari, Rabu (17/4/2026).
Tim ini memulai riset mereka sejak September 2025 dengan melakukan studi literatur mendalam, kunjungan lapangan, dan wawancara mendalam dengan 45 responden, termasuk petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan penderita penyakit kronis di Kabupaten Buton. Proses penelitian yang sistematis dan partisipatif ini menjadi salah satu kekuatan karya mereka.
Muhammad Irfan Pratama, anggota tim yang fokus pada aspek metodologi, menambahkan, “Kami mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Hasilnya, kami mengusulkan sebuah model surveilans yang tidak hanya efektif tetapi juga feasible untuk diterapkan di daerah dengan keterbatasan sumber daya.”
Penghargaan dan Pencapaian Luar Biasa
Prestasi tim ini memperoleh pengakuan tinggi dari panel juri yang terdiri dari profesor-profesor terkemuka dari berbagai universitas dan praktisi kesehatan publik berpengalaman. Mereka memenangkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp 75 juta, trofi, dan sertifikat penghargaan resmi dari Kemendikbudristek.
Lebih dari sekadar penghargaan material, tim ini juga mendapatkan kesempatan emas untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal nasional terakreditasi serta mengikuti program magang di Badan Kesehatan Dunia (WHO) cabang Indonesia selama dua bulan. Pencapaian ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah Universitas Muhammadiyah Kendari.
Siti Rahma Wijaya, yang bertanggung jawab atas analisis data, berbagi kegembiraan timnya, “Kami tidak membayangkan bahwa riset kami akan mendapat apresiasi setinggi ini. Ini membuktikan bahwa mahasiswa dari universitas di daerah timur juga mampu bersaing di tingkat nasional. Yang terpenting, penelitian kami bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.”
Peran Fakultas Analis Kesehatan dalam Persiapan
Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, yang dipimpin oleh Dekan Dr. Haryanto, S.KM., M.Kes., memiliki andil besar dalam kesuksesan ini. Dekan Haryanto menjelaskan bahwa dukungan dari institusi bukan hanya sebatas akademik, tetapi juga finansial dan logistik.
“Sejak awal tim kami mengajukan proposal untuk kompetisi ini, kami memberikan dukungan penuh. Kami menyediakan akses ke laboratorium, data base jurnal internasional, dan memberi kesempatan kepada dosen pembimbing untuk mendampingi proses riset dengan intensif,” ujar Dekan Haryanto dalam konferensi pers di Aula Rektorat Unismuh Kendari, Kamis (17/4/2026).
Dosen pembimbing tim, Dr. Eka Putri Sundari, M.Kes., seorang epidemiolog berpengalaman, juga memainkan peran krusial dalam memandu metodologi penelitian dan interpretasi data. “Mahasiswa-mahasiswa ini memiliki potensi yang luar biasa. Mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki passion yang tinggi terhadap isu-isu kesehatan masyarakat,” ungkap Dr. Eka dengan penuh kebanggaan.
Selain itu, Fakultas Analis Kesehatan memberikan berbagai pelatihan intensif tentang presentasi ilmiah, penulisan artikel, dan teknik berbicara di depan audiens kritis. Program seminar dan workshop internal menjadi ajang berharga bagi tim untuk mempertajam kemampuan mereka sebelum mengikuti kompetisi nasional.
Dampak dan Signifikansi Penelitian
Temuan dari penelitian tim ini memiliki implikasi praktis yang signifikan. Model surveilans yang mereka usulkan dirancang dengan mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia di wilayah terpencil. Dengan pendekatan berbasis teknologi sederhana dan penggunaan sistem informasi yang mudah diakses, model ini terbukti dapat meningkatkan cakupan surveilans PTM hingga 85% dalam waktu enam bulan.
Pemerintah Kabupaten Buton, melalui Dinas Kesehatan setempat, telah menunjukkan ketertarikan untuk mengimplementasikan model ini sebagai bagian dari program kesehatan daerah. Hal ini membuka peluang bagi mahasiswa-mahasiswa Unismuh Kendari untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat sambil memantau efektivitas implementasi model mereka.
Dika Setiawan, mahasiswa semester VIII yang juga ikut berkontribusi dalam penelitian, menekankan pentingnya translasi penelitian menjadi aksi nyata. “Penelitian tidak akan bermakna jika hanya tersimpan di lemari. Kami berharap bahwa model ini bisa diadopsi tidak hanya di Kabupaten Buton, tetapi juga di daerah-daerah terpencil lainnya di Indonesia,” katanya dengan tekad yang kuat.
Respons dari Universitas Muhammadiyah Kendari
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Wahab Syaiful, M.Pd., mengapresiasi pencapaian ini sebagai bukti komitmen institusi dalam mengembangkan riset berkualitas tinggi. “Prestasi ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari momentum baru. Kami akan terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan riset-riset inovatif yang berkontribusi pada pembangunan nasional, khususnya dalam bidang kesehatan,” ujar Prof. Wahab dalam sambutan formal di hadapan civitas akademika.
Rektor juga mengumumkan bahwa tim pemenang akan mendapatkan beasiswa tambahan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana, baik di dalam maupun di luar negeri, sesuai dengan minat dan prestasi akademik mereka. Selain itu, Universitas Muhammadiyah Kendari akan membentuk pusat riset kesehatan masyarakat yang diharapkan dapat menjadi akselerator bagi penelitian-penelitian berkualitas tinggi di masa depan.
Apresiasi dan Pesan untuk Generasi Muda
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Bambang Suryanto, M.Kes., juga merayakan pencapaian ini dan berharap dapat berkolaborasi lebih erat dengan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengatasi berbagai tantangan kesehatan di daerah. “Riset-riset seperti ini sangat kami butuhkan untuk membuat kebijakan kesehatan yang berbasis data dan konteks lokal,” paparnya.
Bagi mahasiswa-mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari, pencapaian tim ini menjadi sumber inspirasi yang luar biasa. Banyak mahasiswa baru yang mulai tertarik untuk terlibat dalam kegiatan riset dan bersiap untuk mengikuti kompetisi akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Nur Azizah memberikan pesan motivasi kepada sesama mahasiswa, “Jangan pernah merasa tertinggal karena berada di daerah timur Indonesia. Dengan kerja keras, dedikasi, dan bimbingan dari dosen-dosen yang berkualitas, kita bisa mencapai prestasi yang sama bahkan lebih baik dari universitas-universitas besar di pulau Jawa. Kunci utamanya adalah passion dan konsistensi.”
Penutup
Prestasi tim mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meraih juara nasional Kompetisi Riset Kesehatan Masyarakat Tingkat Nasional 2026 menunjukkan bahwa keunggulan akademik tidak mengenal batas geografis. Dengan dukungan institusi yang kuat, bimbingan dosen yang kompeten, dan semangat yang membara, mahasiswa Indonesia timur mampu berkompetisi dan menang di panggung nasional.
Pencapaian ini juga menjadi bukti nyata bahwa universitas swasta, khususnya Universitas Muhammadiyah Kendari, memiliki peran strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya berkualitas tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, diharapkan bahwa prestasi ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian berkualitas dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan kesehatan nasional.
Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus menjadi katalis perubahan dalam dunia pendidikan dan riset di Indonesia timur, dengan memberdayakan mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan karya-karya terbaik yang berdampak nyata bagi masyarakat. Kesuksesan kali ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih cemerlang bagi institusi dan ratusan mahasiswa yang belajar di sana.
—
Laporan: Jurnalis Kampus Unismuh Kendari
Kendari, 17 April 2026