KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program unggulan “Sehat Mandiri” pada Sabtu, 19 April 2026. Program ini merupakan inisiatif kolaboratif antara BEM, himpunan mahasiswa Program Studi Analis Kesehatan, dan Puskesmas Poasia untuk memberdayakan masyarakat lokal dalam menjaga kesehatan preventif dan deteksi dini penyakit.
Acara peluncuran yang berlangsung di Aula Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari dihadiri oleh Dekan Fakultas Analis Kesehatan, pimpinan BEM, ketua organisasi mahasiswa lainnya, dosen pembimbing, serta undangan dari Dinas Kesehatan Kota Kendari. Program yang akan berjalan selama satu tahun akademik ini menandai komitmen mahasiswa dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
### Latar Belakang dan Urgensi Program
Program “Sehat Mandiri” hadir sebagai respons atas meningkatnya beban penyakit tidak menular di wilayah Kota Kendari. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari tahun 2025, prevalensi hipertensi mencapai 31,4 persen dari total populasi yang diperiksa, sementara diabetes melitus tipe 2 menunjukkan tren peningkatan sebesar 18,9 persen dalam dua tahun terakhir.
“Kami melihat bahwa masyarakat Kendari masih membutuhkan edukasi kesehatan yang intens dan berkelanjutan. Banyak yang belum memahami pentingnya deteksi dini penyakit dan gaya hidup sehat,” kata Resty Ananda, Ketua BEM Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada peluncuran program tersebut.
Observasi awal yang dilakukan oleh tim BEM selama tiga bulan terakhir menunjukkan bahwa aksesibilitas pemeriksaan kesehatan dasar, terutama di kelurahan-kelurahan dengan daya beli rendah, masih terbatas. Hal ini menjadi pendorong utama bagi organisasi mahasiswa untuk merancang program yang tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
### Komponen dan Mekanisme Program “Sehat Mandiri”
Program “Sehat Mandiri” terbagi menjadi tiga komponen utama yang saling terintegrasi. Pertama adalah Komponen Pemeriksaan Kesehatan Gratis, yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), pemeriksaan kolesterol total, pemeriksaan haemoglobin, serta konsultasi kesehatan dasar. Pemeriksaan ini akan dilaksanakan oleh mahasiswa Analis Kesehatan yang telah terlatih dan didampingi oleh dosen dari Program Studi Analis Kesehatan.
Kedua adalah Komponen Edukasi Kesehatan Masyarakat, yang mencakup workshop mingguan tentang pencegahan penyakit kronis, manajemen stress, pentingnya aktivitas fisik, dan nutrisi seimbang. Edukasi ini akan disampaikan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh masyarakat awam, dengan memanfaatkan media visual, video pendek, dan diskusi interaktif.
Ketiga adalah Komponen Pemberdayaan Kader Kesehatan Lokal, di mana BEM dan organisasi mahasiswa terkait akan melatih kader kesehatan dari setiap kelurahan untuk menjadi mitra dalam melanjutkan edukasi kesehatan di tingkat komunitas setelah program utama berakhir.
“Kami ingin menciptakan efek ripple, di mana pengetahuan kesehatan yang diberikan dapat tersebar dan berkelanjutan di masyarakat,” jelas Saifuddin Arrahman, Vice Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan BEM Fakultas Analis Kesehatan, saat menjelaskan mekanisme program kepada peserta acara peluncuran.
Jadwal pelaksanaan program telah disusun dengan cermat. Fase pertama (April-Mei 2026) difokuskan pada pemeriksaan kesehatan dan identifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat di lima kelurahan pilot: Kelurahan Poasia, Kelurahan Wua-Wua, Kelurahan Lepo-lepo, Kelurahan Mandonga, dan Kelurahan Kadia. Fase kedua (Juni-September 2026) adalah intensifikasi edukasi kesehatan dan pelatihan kader. Fase ketiga (Oktober-Maret 2027) merupakan fase konsolidasi dan evaluasi program.
### Keterlibatan Organisasi Mahasiswa dan Dukungan Institusional
Selain BEM, program ini juga melibatkan Himpunan Mahasiswa Program Studi Analis Kesehatan (HIMA Analis Kesehatan), organisasi yang terdiri dari mahasiswa aktif bidang kesehatan di universitas. Kolaborasi ini memungkinkan partisipasi yang lebih luas dan rotasi tanggung jawab yang lebih sehat di antara mahasiswa.
“Saya apresiasi sekali inisiatif BEM dan HIMA dalam merancang program yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari komitmen Muhammadiyah dalam bidang kesehatan dan pendidikan,” ujar Dr. drh. Muh. Salim Arsyad, Dekan Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan peluncuran program.
Dukungan institusional juga datang dari pihak akademik. Fakultas Analis Kesehatan telah mengalokasikan ruang laboratorium dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelaksanaan program. Sementara itu, Puskesmas Poasia berkomitmen memberikan supervisi, distribusi modul edukasi, dan membantu verifikasi data kesehatan yang terkumpul.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan layanan kesehatan publik seperti ini adalah model ideal yang perlu diperkuat. Puskesmas Poasia siap mendampingi setiap langkah pelaksanaan ‘Sehat Mandiri’,” kata Dr. Nurdin Kadir, Kepala Puskesmas Poasia, dalam sesi tanya jawab usai pengumuman program.
### Target dan Indikator Keberhasilan
BEM Fakultas Analis Kesehatan menetapkan target ambisius namun realistis untuk program “Sehat Mandiri”. Target utama adalah menjangkau minimal 2.500 warga masyarakat dengan pemeriksaan kesehatan dasar dalam tahun pertama implementasi. Sebagai indikator keberhasilan, program ini mengukur tingkat partisipasi masyarakat, peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat (diukur melalui pre-test dan post-test), serta keberhasilan pelatihan 50 kader kesehatan lokal.
Selain itu, program ini juga menargetkan penerbitan minimal 10 artikel ilmiah dari hasil penelitian dampak program, yang akan disusun oleh mahasiswa Analis Kesehatan di bawah bimbingan dosen. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu kesehatan masyarakat Indonesia.
### Respons Positif dari Mahasiswa dan Masyarakat
Respons terhadap peluncuran program “Sehat Mandiri” sangat positif dari berbagai pihak. Dari kalangan mahasiswa, antusiasme terlihat dari tingginya jumlah pendaftar relawan yang ingin berpartisipasi dalam program. Dalam waktu 48 jam setelah pengumuman resmi, lebih dari 80 mahasiswa telah mendaftarkan diri untuk menjadi tim pelaksana program.
“Saya merasa senang bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui keahlian yang saya pelajari di kampus. Selain itu, ini adalah kesempatan emas untuk mengasah keterampilan praktek di luar kelas,” kata Aisyah Putri, mahasiswa semester lima Program Studi Analis Kesehatan, yang menjadi salah satu relawan program.
Dari sisi masyarakat, lima kelurahan pilot juga menyambut baik program ini. Kelurahan Poasia, sebagai lokasi geografis terdekat dengan Universitas Muhammadiyah Kendari, telah menginformasikan program kepada warganya melalui forum pengajian dan pertemuan RT. Antusiasme warga untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis cukup tinggi, terutama setelah informasi tersebar bahwa program ini juga akan memberikan edukasi kesehatan berkelanjutan.
### Tantangan dan Strategi Mitigasi
Tentu saja, pelaksanaan program skala besar ini tidak lepas dari beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. Pertama adalah tantangan logistik, mengingat program harus berjalan di lima lokasi kelurahan yang berbeda dengan ketersediaan sumber daya terbatas.
Untuk mengatasi hal ini, BEM telah merencanakan sistem rotasi jadwal pemeriksaan yang fleksibel dan menetapkan lokasi tetap untuk setiap kelurahan sehingga memudahkan masyarakat mengakses layanan. BEM juga telah mengajukan permohonan bantuan kepada pihak sponsor korporat untuk dukungan transportasi dan konsumsi peserta.
Tantangan kedua adalah memastikan kualitas pemeriksaan dan edukasi yang konsisten. Untuk ini, BEM telah merencanakan program pelatihan intensif bagi semua relawan mahasiswa sebelum fase implementasi dimulai. “Kami akan mengadakan workshop kepemimpinan dan workshop teknis untuk memastikan setiap relawan memahami dengan baik protokol pemeriksaan dan cara berkomunikasi yang efektif dengan masyarakat,” jelas Resty Ananda.
### Dampak Jangka Panjang yang Diharapkan
Meskipun masih dalam fase awal, pihak pengelola program memiliki visi jangka panjang yang ambisius. Jika program “Sehat Mandiri” berhasil dalam tahun pertama, rencana ekspansi sudah sedang dipertimbangkan untuk meluas ke kelurahan-kelurahan lain di Kota Kendari.
Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran bagi organisasi mahasiswa di universitas lain untuk mengembangkan program serupa. Dampak sosial yang diharapkan adalah peningkatan literasi kesehatan masyarakat Kendari, pengurangan angka diagnosis penyakit tidak menular yang terlambat, dan pemberdayaan komunitas lokal melalui kader kesehatan yang terlatih.
Dari perspektif akademik, program ini juga menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa Analis Kesehatan untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas. Pengalaman praktis ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial tinggi.
### Penutup
Peluncuran program “Sehat Mandiri” oleh BEM Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 menandai babak baru dalam upaya pengabdian masyarakat yang terstruktur dan berkelanjutan. Program ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya di bidang kesehatan, memiliki potensi besar untuk berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari institusi, dosen, organisasi mitra, dan antusiasme tinggi dari mahasiswa itu sendiri, program “Sehat Mandiri” memiliki peluang besar untuk mencapai target dan bahkan melampaui harapan yang telah ditetapkan. Ke depannya, diharapkan program ini dapat menjadi flagship dari Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kendari khususnya, dan Indonesia pada umumnya.
(Berita ini telah dikonfirmasi dengan narasumber terkait dan didokumentasikan pada tanggal 19 April 2026)