KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Analis Kesehatan, secara resmi meluncurkan program pembelajaran inovatif bertajuk “Integrated Diagnostic Laboratory Learning System” (IDLLS) pada Senin, 31 Maret 2026, di aula utama kampus. Program akademik terbaru ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi praktik mahasiswa dalam bidang analisis kesehatan dengan memanfaatkan teknologi laboratorium diagnostik modern yang terintegrasi dengan kurikulum perkuliahan.
Peluncuran program ini merupakan salah satu inisiatif strategis Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menyesuaikan standar pendidikan tinggi kesehatan dengan perkembangan industri laboratorium diagnostik nasional dan internasional. Kehadiran berbagai stakeholder, mulai dari pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, hingga praktisi laboratorium kesehatan, menandakan signifikansi program ini bagi pengembangan akademik di Kendari.
Latar Belakang dan Urgensi Program
Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalankan berbagai program akademik selama bertahun-tahun dengan fokus pada peningkatan kualitas tenaga analis kesehatan yang profesional dan terampil. Namun, dinamika perubahan teknologi laboratorium diagnostik dan meningkatnya standar kompetensi yang dibutbyen industri kesehatan membuat institusi ini merasa perlu untuk melakukan pembaruan pendekatan pembelajaran.
Menurut data yang dikumpulkan oleh pihak fakultas melalui survey kepuasan alumni tahun 2025, sebanyak 78 persen lulusan menunjukkan kebutuhan akan pengalaman praktik laboratorium yang lebih mendalam dan relevan dengan teknologi terkini di lapangan. Temuan ini kemudian menjadi landasan pengembangan kurikulum yang menghadirkan IDLLS sebagai solusi komprehensif.
Program IDLLS menggabungkan teori perkuliahan dengan praktik laboratorium yang sistematis dan terstruktur. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori analisis kesehatan dalam kelas, tetapi juga langsung melakukan praktik di laboratorium dengan peralatan standar rumah sakit dan laboratorium diagnostik modern yang mencerminkan kondisi nyata di industri kesehatan.
Komponen dan Fitur Program Pembelajaran
Struktur IDLLS mencakup lima komponen utama yang dirancang secara holistik. Pertama, modernisasi fasilitas laboratorium dengan penambahan peralatan diagnostik otomatis, termasuk hematology analyzer, chemistry analyzer, dan immunoassay system yang merupakan standar industri laboratorium kesehatan terkini.
Kedua, pengembangan kurikulum terintegrasi yang menghubungkan setiap mata kuliah dengan sesi praktik laboratorium yang relevan. Setiap topik pembelajaran diikuti dengan praktik langsung, sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang telah dipelajari dalam situasi laboratorium yang mendekati kondisi nyata.
Ketiga, program mentoring dari praktisi laboratorium kesehatan profesional yang memiliki pengalaman industri minimal sepuluh tahun. Mentor-mentor ini akan secara berkala membimbing mahasiswa dalam menggunakan peralatan laboratorium dan menginterpretasikan hasil pemeriksaan diagnostik.
Keempat, sistem evaluasi kompetensi berkelanjutan yang mengukur tingkat penguasaan mahasiswa terhadap keterampilan praktik laboratorium melalui berbagai metode assessment, termasuk practical examination, case-based learning, dan portfolio assessment.
Kelima, kerjasama dengan rumah sakit dan laboratorium diagnostik di Kendari untuk memberikan pengalaman magang intensif kepada mahasiswa semester akhir. Kolaborasi ini memungkinkan mahasiswa untuk bekerja langsung di lingkungan laboratorium profesional sebelum lulus dan memasuki dunia kerja.
Pernyataan Pimpinan Universitas dan Fakultas
Dalam sambutannya pada acara peluncuran program, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Haji Saleh Mamentu, M.Si., menyatakan komitmen institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan. “Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa investasi dalam pengembangan fasilitas akademik dan inovasi kurikulum adalah kunci untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional,” ujar Rektor Saleh dalam pidatonya yang penuh penekanan.
Beliau menambahkan bahwa program IDLLS merupakan bukti nyata dari visi universitas untuk menjadi pusat keunggulan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia. “Kami tidak hanya ingin menghasilkan sarjana analis kesehatan, tetapi menghasilkan profesional yang memiliki skill praktis dan siap berkontribusi langsung pada peningkatan mutu layanan kesehatan diagnostik di masyarakat,” lanjut Rektor Saleh dengan penuh antusiasme.
Sementara itu, Dekan Fakultas Analis Kesehatan, Dr. Dina Wijaya, S.Psi., M.Kes., menguraikan secara rinci implementasi program dan target capaian. “Program IDLLS kami implementasikan untuk angkatan 2026 dengan target awal 150 mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Diploma Tiga Analis Kesehatan, Sarjana Analis Kesehatan, dan Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis,” jelasnya dengan detail yang komprehensif.
Dekan Dina juga menekankan bahwa program ini tidak akan menambah beban finansial mahasiswa. “Semua fasilitas laboratorium dan program mentoring sudah kami subsidi dari anggaran pengembangan akademik universitas dan dana yang diperoleh dari kerjasama industri. Kami ingin memastikan bahwa semua mahasiswa, tanpa memandang latar belakang ekonomi, dapat mengakses pembelajaran berkualitas ini,” paparnya dengan tekad yang kuat.
Respons Mahasiswa dan Dosen
Mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan semester lima, Siti Nurhaliza, mengungkapkan antusiasmenya terhadap peluncuran program ini. “Sebagai mahasiswa, saya sangat senang dengan adanya program IDLLS ini karena saya bisa belajar menggunakan peralatan laboratorium yang lebih modern dan mendapat bimbingan langsung dari praktisi berpengalaman. Saya yakin ini akan membuat kami lebih siap ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya dengan optimisme.
Dari perspektif dosen, Dr. Eka Prasetyo, S.Kes., M.Biomed., dosen mata kuliah Pemeriksaan Laboratorium Hematologi, menyambut baik inisiatif ini. “Dengan IDLLS, saya bisa mengajar teori dan praktik dengan lebih terintegrasi. Mahasiswa tidak perlu menunggu lama untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Ini meningkatkan efektivitas pembelajaran dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi,” ungkapnya dengan penuh kepuasan.
Dampak dan Proyeksi Jangka Panjang
Para ahli pendidikan kesehatan di Indonesia melihat langkah Universitas Muhammadiyah Kendari ini sebagai kontribusi positif bagi pengembangan standar pendidikan analis kesehatan. Dengan menghadirkan program pembelajaran berbasis laboratorium diagnostik terpadu, universitas ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusannya dan pada akhirnya meningkatkan kualitas layanan kesehatan diagnostik di wilayah Sulawesi Tenggara.
Selain itu, program IDLLS juga diproyeksikan akan meningkatkan daya saing lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari di pasar kerja. Perusahaan farmasi, rumah sakit, dan laboratorium diagnostik semakin membutuhkan tenaga analis kesehatan yang tidak hanya memiliki sertifikat akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang teruji dan terdokumentasi melalui portfolio pembelajaran.
Dampak ekonomi lokal juga tidak dapat diabaikan. Program ini menunjukkan bukti bahwa Kendari memiliki lembaga pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan industri kesehatan lokal. Hal ini dapat menarik investasi lebih lanjut dalam sektor kesehatan dan pendidikan di kota Kendari.
Kerjasama dengan Institusi Kesehatan
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kendari, Dr. Bambang Sutrisno, M.Kes., menyatakan dukungan penuhnya terhadap program IDLLS. “RSUD Kendari siap membuka laboratorium kami sebagai tempat magang bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Kolaborasi ini juga memberikan manfaat bagi RSUD karena kami bisa mengidentifikasi talenta terbaik untuk rekrutmen tenaga kerja di masa depan,” katanya.
Tidak hanya RSUD, sejumlah laboratorium diagnostik swasta di Kendari seperti Laboratorium Klinik Mitra Sehat dan Laboratorium Diagnostik Cahaya juga telah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mendukung program IDLLS melalui penyediaan tempat magang dan akses ke teknologi laboratorium terbaru.
Penutup dan Harapan ke Depan
Peluncuran program Integrated Diagnostic Laboratory Learning System di Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari menandai babak baru dalam pendekatan pembelajaran di institusi ini. Dengan mengintegrasikan teori akademik, praktik laboratorium modern, mentoring profesional, dan pengalaman industri, program ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap secara praktis untuk bekerja di industri kesehatan diagnostik.
Pihak universitas juga merencanakan untuk memperluas program ini ke fakultas kesehatan lainnya dalam fase selanjutnya, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap peningkatan kualitas pendidikan kesehatan. Evaluasi pelaksanaan program akan dilakukan setiap semester untuk memastikan bahwa tujuan pembelajaran tercapai secara optimal.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan institusi kesehatan terkait, program IDLLS diproyeksikan akan menjadi model pembelajaran yang berkelanjutan dan dapat diadopsi oleh institusi pendidikan kesehatan lainnya di Indonesia. Kendari, melalui Universitas Muhammadiyah, kembali membuktikan dirinya sebagai pusat pendidikan yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan zaman.