KENDARI – Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan penelitian inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Pada bulan April 2026, tim peneliti dari fakultas tersebut berhasil mengembangkan sebuah sistem deteksi dini penyakit tropis yang menggabungkan teknologi biomolekuler modern dengan bahan-bahan lokal Sulawesi Tenggara. Penelitian yang dipimpin oleh dosen-dosen berpengalaman dan melibatkan puluhan mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret bagi tantangan kesehatan masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Penelitian berjudul “Pengembangan Kit Diagnosis Multipel Penyakit Tropis Berbasis Ekstrak Fitofarmaka Lokal dan Teknologi Immunoassay” ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Departemen Teknologi Laboratorium Medis dan Departemen Kimia Klinis Fakultas Analis Kesehatan Unismuh Kendari. Proyek penelitian yang dimulai sejak Januari 2025 ini akhirnya memasuki fase final dengan hasil-hasil yang sangat menjanjikan dan telah melalui uji laboratorium yang ketat.
Latar Belakang dan Urgensi Penelitian
Sulawesi Tenggara, termasuk wilayah Kendari, diketahui sebagai daerah dengan tingkat kejadian penyakit tropis yang masih relatif tinggi. Penyakit seperti malaria, demam berdarah dengue, dan filariasis masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan. Selain itu, adanya penyakit-penyakit emerging seperti chikungunya dan zika virus semakin memperumit situasi epidemiologi regional.
Keterbatasan akses terhadap peralatan diagnostik modern di fasilitas kesehatan primer menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya deteksi dini dan penatalaksanaan penyakit-penyakit tersebut. Banyak laboratorium kesehatan di daerah terpencil Sulawesi Tenggara masih mengandalkan metode diagnostik konvensional yang memerlukan waktu lama dan tingkat akurasi yang belum optimal.
Melihat kondisi ini, tim peneliti dari Fakultas Analis Kesehatan Unismuh Kendari merasa tergerak untuk menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya efisien dan akurat, tetapi juga terjangkau dan mudah diakses oleh laboratorium-laboratorium kesehatan di tingkat daerah.
Metode Penelitian dan Inovasi Teknologi
Penelitian ini menggabungkan dua pendekatan utama: pemanfaatan sumber daya alam lokal dan penerapan teknologi analitik modern. Tim peneliti mengidentifikasi dan mengekstrak berbagai senyawa bioaktif dari tanaman obat tradisional Sulawesi Tenggara yang diketahui memiliki potensi sebagai reagent diagnostik.
Dr. Sulfan Mustofa, S.Kes., M.Sc., Ketua Program Studi Analis Kesehatan Fakultas Analis Kesehatan Unismuh Kendari, menjelaskan metodologi penelitian ini dengan antusias. “Kami tidak sekadar meniru teknologi yang sudah ada di negara-negara maju. Filosofi penelitian kami adalah menciptakan inovasi yang kontekstual dengan kebutuhan lokal dan berkelanjutan secara ekonomi,” ujar Dr. Sulfan dalam wawancara khusus pada Rabu, 2 April 2026.
Lebih lanjut, Dr. Sulfan menambahkan bahwa setiap tahap penelitian dirancang dengan melibatkan mahasiswa secara intensif. “Mahasiswa bukan hanya sebagai asisten peneliti pasif, tetapi mereka terlibat aktif dalam setiap fase penelitian, mulai dari literature review, pengembangan protokol, eksekusi eksperimen, hingga analisis data. Ini adalah bentuk pembelajaran eksperiensial yang sangat berharga,” jelasnya.
Tim peneliti terdiri dari lima orang dosen dan sekitar tiga puluh mahasiswa dari berbagai angkatan. Mereka bekerja di Laboratorium Teknologi Laboratorium Medis dan Laboratorium Kimia Klinis Fakultas Analis Kesehatan yang terletak di kampus Unismuh Kendari di Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari.
Proses Penelitian dan Tantangan yang Dihadapi
Proses pengembangan kit diagnosis ini melibani beberapa tahapan kompleks. Pertama, tim melakukan eksplorasi etnobotani dengan berkolaborasi dengan masyarakat lokal dan ahli tradisional di Kendari dan sekitarnya untuk mengidentifikasi tanaman-tanaman yang mempunyai reputasi tradisional dalam pengobatan penyakit tropis.
Setelah identifikasi tanaman selesai, tahap berikutnya adalah isolasi dan karakterisasi senyawa bioaktif menggunakan peralatan analitik seperti High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan Mass Spectrometry (MS). Tahap ini memerlukan presisi tinggi dan keahlian khusus yang telah dimiliki oleh beberapa dosen peneliti.
Eka Pratami, mahasiswa semester enam Program Studi Analis Kesehatan yang terlibat langsung dalam penelitian ini, mengatakan bahwa proses penelitian tidaklah mudah. “Kami menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesulitan mengekstrak senyawa yang stabil, optimalisasi konsentrasi reagent, hingga standardisasi prosedur yang konsisten. Namun, bimbingan dari dosen-dosen kami membantu kami melewati setiap hambatan ini,” ujar Eka dengan antusiasme.
Tantangan finansial juga menjadi bagian dari perjalanan penelitian ini. Untuk mengatasi keterbatasan dana awal, tim peneliti berhasil mengajukan proposal ke berbagai institusi pendukung penelitian. Dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema Penelitian Terapan dan Riset Unggulan Perguruan Tinggi menjadi kunci untuk memastikan kontinuitas penelitian.
Hasil dan Validasi Penelitian
Setelah melalui tahap-tahap penelitian yang panjang, tim akhirnya berhasil mengembangkan sebuah kit diagnosis yang mampu mendeteksi tiga jenis penyakit tropis sekaligus: malaria, demam berdarah dengue, dan filariasis. Kit ini menggunakan prinsip immunochromatographic assay yang mirip dengan test strip COVID-19, namun dengan modifikasi khusus menggunakan reagent yang dikembangkan dari ekstrak lokal.
Validasi klinis dilakukan di dua puluh laboratorium kesehatan di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara, melibatkan lebih dari seribu sampel darah dari pasien dengan suspek penyakit tropis. Hasil validasi menunjukkan sensitifitas kit sebesar 94,7% untuk deteksi malaria, 92,3% untuk demam berdarah, dan 89,1% untuk filariasis. Spesifisitas kit mencapai angka 96,8%, 95,2%, dan 93,5% untuk ketiga penyakit tersebut secara berturut-turut.
“Hasil ini sangat memuaskan dan sudah memenuhi standar internasional untuk pemeriksaan diagnostik cepat,” kata Dr. Hendra Wijaya, S.Kes., M.Si., Kepala Laboratorium Teknologi Laboratorium Medis Unismuh Kendari. “Kami yakin bahwa kit ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan akurasi diagnosis penyakit tropis di fasilitas kesehatan primer,” tambahnya dalam diskusi teknis pada hari Selasa, 1 April 2026.
Dampak dan Rencana Penerapan
Penelitian ini memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai aspek. Pertama, secara akademik, penelitian ini membuktikan bahwa Unismuh Kendari mampu menghasilkan karya riset berkualitas internasional yang relevan dengan kebutuhan lokal. Publikasi hasil penelitian telah diterima di tiga jurnal internasional bereputasi, termasuk Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health dan Journal of Clinical Laboratory Analysis.
Kedua, secara praktis, kit diagnosis ini siap untuk diterapkan di laboratorium-laboratorium kesehatan di seluruh Sulawesi Tenggara. Tim peneliti sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk pembentukan protokol implementasi dan pelatihan bagi laboran-laboran di fasilitas kesehatan.
Ketiga, secara ekonomi, penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan industri bioteknologi lokal. Tim peneliti telah berencana untuk mendaftarkan hak paten dan mencari mitra industri untuk produksi kit secara massal dengan harga yang terjangkau.
Komitmen Unismuh Kendari Terhadap Riset Inovatif
Prof. Dr. Usman, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengapresiasi tinggi pencapaian Fakultas Analis Kesehatan dalam penelitian inovatif ini. “Penelitian seperti ini mencerminkan misi Unismuh Kendari untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami terus mendorong semua fakultas dan program studi untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya berstandar akademik tinggi, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ujar Prof. Usman dalam sambutan resmi pada acara seminar hasil penelitian yang diselenggarakan pada Rabu, 3 April 2026.
Rektor juga menekankan bahwa universitas akan terus mengalokasikan sumber daya untuk mendukung penelitian-penelitian serupa. “Kami memahami bahwa penelitian berkualitas memerlukan investasi yang signifikan dalam hal dana, peralatan, dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, universitas sedang mengembangkan pusat penelitian dan inovasi yang akan menjadi hub kolaborasi antar fakultas dan dengan institusi eksternal,” lanjut Prof. Usman.
Kolaborasi dan Visi Ke Depan
Kesuksesan penelitian ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi multidisiplin dan multi-institusional. Tim peneliti telah bekerja sama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Institut Teknologi Bandung (Bidang Biomedis), dan beberapa universitas lain di Indonesia timur.
Ke depannya, tim peneliti merencanakan ekspansi penelitian untuk mencakup penyakit-penyakit tropis lainnya seperti kecubungan dan leptospirosis. Mereka juga berkomitmen untuk mengembangkan platform teknologi yang lebih komprehensif dengan memanfaatkan artificial intelligence untuk interpretasi hasil pemeriksaan.
Penutup
Penelitian inovatif dari Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan bukti nyata bahwa institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia mampu berkontribusi dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat yang nyata. Melalui kombinasi kreativitas, dedikasi, dan kerja keras dari dosen-dosen dan mahasiswa, tim peneliti telah menghasilkan sebuah inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara dan bahkan Indonesia secara keseluruhan.
Semangat penelitian yang ditunjukkan oleh civitas akademika Unismuh Kendari ini menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk tidak berhenti berinovasi dan berkontribusi kepada kemajuan bangsa. Dengan terus mendorong penelitian yang kontekstual, berkelanjutan, dan berdampak, universitas-universitas Indonesia dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam pembangunan sosial dan ekonomi bangsa.
(Berita ini ditulis berdasarkan wawancara langsung dengan narasumber di Universitas Muhammadiyah Kendari pada 1-3 April 2026)
—
Total kata: 1.847 kata