KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) resmi meluncurkan proyek pembangunan infrastruktur terpadu untuk Fakultas Analis Kesehatan pada Rabu, 9 April 2026. Proyek ambisius ini, yang diperkirakan menelan biaya investasi mencapai 15 miliar rupiah, akan menghadirkan laboratorium modern dan fasilitas pendukung akademik yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Peluncuran resmi dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiyanto, M.Eng., serta para pejabat kampus, dosen, mahasiswa, dan perwakilan dari firma konsultan konstruksi yang ditunjuk sebagai kontraktor utama. Acara berlangsung di lapangan parkir sebelah Gedung Rektorat Unmuh Kendari, di mana tim proyek telah menyiapkan papan proyek dan visualisasi bangunan yang akan dibangun.
Latar Belakang Pembangunan
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berdiri sejak tahun 1997, telah menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Kota Kendari. Namun, perkembangan akademik dan pertumbuhan jumlah mahasiswa dalam dekade terakhir menunjukkan bahwa infrastruktur yang ada saat ini sudah tidak lagi mencukupi untuk mendukung standar pembelajaran yang kompetitif.
Fakultas Analis Kesehatan, sebagai salah satu fakultas unggulan di Unmuh Kendari, mengalami pertumbuhan signifikan. Data internal menunjukkan peningkatan jumlah pendaftar mahasiswa baru mencapai 150 persen dalam lima tahun terakhir. Hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan laboratorium dan fasilitas praktikum yang masih menggunakan peralatan generasi lama, dengan bangunan yang didirikan pada tahun 2005 tanpa mengalami renovasi besar-besaran.
“Kami menyadari bahwa pendidikan analis kesehatan memerlukan fasilitas praktikum yang tidak hanya lengkap, tetapi juga modern dan sesuai dengan standar internasional,” ungkap Dekan Fakultas Analis Kesehatan Unmuh Kendari, Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., dalam wawancara dengan media kampus pada minggu lalu.
Komponen Proyek Pembangunan
Berdasarkan dokumen tender dan proposal yang diperoleh dari kantor Rektorat Unmuh Kendari, proyek pembangunan ini mencakup beberapa komponen utama yang dirancang secara terintegrasi.
Pertama, pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu seluas 1.200 meter persegi akan menjadi inti dari proyek ini. Gedung ini akan mencakup lima laboratorium spesialisasi, yakni laboratorium hematologi dan kimia klinik, laboratorium mikrobiologi, laboratorium urinalisis dan feses, laboratorium imunohematologi, serta laboratorium biokimia klinik. Setiap laboratorium akan dilengkapi dengan peralatan diagnostik modern merek internasional terkemuka seperti otoanalis hematologi, spektrofotometer, dan mesin PCR untuk analisis biomolekuler.
Kedua, pembangunan perpustakaan kesehatan digital yang akan menyediakan akses terhadap ribuan jurnal ilmiah dan database kesehatan terkemuka dunia. Fasilitas ini juga akan dilengkapi dengan ruang baca yang nyaman, area diskusi kelompok, serta 50 unit komputer untuk penelitian dan pembelajaran mandiri.
Ketiga, pembangunan asrama dan mess kampus untuk menampung mahasiswa dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Fasilitas ini akan memiliki kapasitas 200 penghuni dengan standar kamar berstandar internasional, lengkap dengan fasilitas internet berkecepatan tinggi dan ruang belajar bersama.
Keempat, pembangunan pusat kesehatan kampus terpadu yang akan berfungsi sebagai klinik praktik bagi mahasiswa dan pelayanan kesehatan bagi civitas akademika Unmuh Kendari.
Kelima, peningkatan infrastruktur jaringan utilitas termasuk sistem kelistrikan berkapasitas tambahan 500 kVA, sistem distribusi air bersih dari sumber air tanah yang dioptimalkan, serta sistem pembuangan limbah laboratorium yang ramah lingkungan dan sesuai dengan regulasi Kementerian Lingkungan Hidup.
Pernyataan Pejabat Kampus
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiyanto, M.Eng., mengungkapkan antusiasme tinggi terhadap proyek pembangunan ini. “Investasi besar dalam infrastruktur pendidikan kesehatan ini merupakan komitmen nyata dari Unmuh Kendari untuk meningkatkan standar pendidikan dan penelitian. Kami tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu kesehatan di tingkat regional,” katanya dalam sambutan peresmian proyek.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa proyek ini sejalan dengan visi jangka panjang universitas untuk mencapai status akreditasi institusi A dan penguatan peringkat program studi. “Kami percaya bahwa dengan fasilitas yang memadai, dosen dan mahasiswa kita akan mampu menghasilkan riset-riset berkualitas yang dapat berkontribusi pada kemajuan ilmu kesehatan nasional,” lanjutnya.
Dekan Fakultas Analis Kesehatan, Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., menambahkan bahwa proyek ini akan membawa dampak langsung pada kurikulum pembelajaran. “Dengan laboratorium modern, kami dapat mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi terkini. Mahasiswa kami akan terbiasa bekerja dengan peralatan yang sama yang mereka gunakan di industri kesehatan profesional, sehingga transisi ke dunia kerja akan lebih lancar,” jelasnya.
Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kampus, Ir. Hendra Wijaya, M.T., menjelaskan detail teknis proyek. “Kami telah bekerja sama dengan PT. Arsitek Sejahtera Indonesia sebagai konsultan perancang dan PT. Bangun Maju Nusantara sebagai kontraktor utama. Timeline pelaksanaan ditetapkan selama 18 bulan, direncanakan selesai pada bulan Oktober 2027. Kami akan memastikan bahwa proses konstruksi tidak mengganggu aktivitas akademik yang sedang berlangsung,” ujarnya dengan detail.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Priyatno, M.A., juga memberikan perspektif akademik. “Fasilitas ini akan membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam. Kami juga berencana mengembangkan program magang dan partnership dengan rumah sakit-rumah sakit terkemuka di Sulawesi Tenggara untuk memberikan pengalaman praktis yang komprehensif bagi mahasiswa,” tambahnya.
Dampak pada Kualitas Pendidikan
Menurut analisis yang dilakukan oleh pihak manajemen kampus, pembangunan infrastruktur ini diproyeksikan membawa dampak signifikan pada berbagai aspek pendidikan dan penelitian.
Pertama, peningkatan retensi mahasiswa. Data menunjukkan bahwa 15 persen calon mahasiswa memilih universitas lain di Makassar atau Surabaya karena fasilitas kampus yang lebih modern. Dengan selesainya proyek ini, Unmuh Kendari diharapkan dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa berkualitas dari seluruh kawasan Sulawesi Tenggara dan bahkan nasional.
Kedua, peningkatan sumber daya manusia. Laboratorium yang dilengkapi teknologi modern akan memungkinkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset terdepan dalam bidang analis kesehatan, termasuk penelitian tentang penyakit tropis, diagnosis cepat, dan bioteknologi kesehatan yang relevan dengan kondisi geografis Sulawesi Tenggara.
Ketiga, peningkatan employability lulusan. Dengan pengalaman praktik menggunakan peralatan modern sejak masa studi, lulusan Unmuh Kendari akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja kesehatan. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan tingkat penempatan kerja lulusan dari saat ini yang mencapai 85 persen menjadi lebih dari 95 persen.
Keempat, kontribusi pada masyarakat. Pusat kesehatan kampus terpadu yang akan dibangun juga akan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar kampus, khususnya melalui program pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi kesehatan.
Pembiayaan dan Dukungan Stakeholder
Pembiayaan untuk proyek ini berasal dari berbagai sumber. Universitas Muhammadiyah Pusat telah memberikan dukungan pendanaan sebesar 40 persen dari total biaya proyek. Sisanya akan bersumber dari dana operasional kampus, investasi mitra industri kesehatan, dan donasi dari alumni sukses serta filantropi bidang pendidikan.
“Kami beruntung memiliki dukungan kuat dari Universitas Muhammadiyah Pusat. Organisasi Muhammadiyah memahami bahwa investasi dalam pendidikan kesehatan adalah investasi untuk masa depan bangsa,” kata Rektor Prof. Bambang Sugiyanto.
Beberapa industri kesehatan lokal dan nasional juga telah menyatakan dukungan mereka. PT. Kimia Farma sebagai salah satu perusahaan farmasi terkemuka telah berkomitmen menyumbang peralatan laboratorium senilai 2 miliar rupiah. Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah Kendari juga akan menjalin kerja sama dalam bentuk pendampingan kurikulum dan penempatan mahasiswa magang.
Keberlanjutan dan Visi Jangka Panjang
Menurut roadmap pengembangan Unmuh Kendari, proyek infrastruktur ini hanya merupakan tahap pertama dari rencana pengembangan jangka panjang. Tahap berikutnya, yang direncanakan dimulai pada tahun 2028, akan mencakup pembangunan gedung pendidikan berkelanjutan, fasilitas olahraga modern, serta inkubator bisnis kesehatan.
“Visi kami adalah menjadikan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai lembaga pendidikan kesehatan terdepan di kawasan Sulawesi Tenggara pada tahun 2035. Investasi infrastruktur ini adalah langkah konkret menuju visi tersebut,” jelas Rektor.
Penutup
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur Fakultas Analis Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Kendari pada 9 April 2026 menandai era baru bagi institusi pendidikan kesehatan di Kota Kendari. Dengan investasi 15 miliar rupiah, kampus ini akan menghadirkan laboratorium modern, fasilitas pendukung akademik, dan infrastruktur yang dapat menopang pembelajaran berkualitas internasional.
Proyek ini tidak hanya merupakan bukti komitmen Unmuh Kendari terhadap peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga sinyal positif kepada calon mahasiswa, dosen, dan stakeholder kesehatan bahwa kampus ini siap bersaing di tingkat nasional dan regional.
Dengan timeline penyelesaian 18 bulan ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari dan seluruh stakeholder yang terlibat memiliki optimisme tinggi bahwa fasilitas ini akan menjadi katalis perubahan positif dalam lanskap pendidikan kesehatan di Sulawesi Tenggara. Sebagaimana diungkapkan oleh Rektor, “Ini bukan hanya tentang batu bata dan semen, tetapi tentang mewujudkan mimpi untuk memberikan pendidikan kesehatan terbaik bagi generasi muda Indonesia.”
—
Penulis: Redaksi Kampus | Kendari, 9 April 2026