KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Analis Kesehatan, menggelar seminar nasional dan serangkaian kuliah umum bertajuk “Inovasi Teknologi Laboratorium Klinis dan Peran Analis Kesehatan dalam Era Digital” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai universitas dan rumah sakit di Indonesia ini menjadi bukti komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan praktik kesehatannya.
Seminar yang berlangsung sepanjang hari di Aula Utama Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai institusi nasional, termasuk pakar teknologi laboratorium, praktisi klinis berpengalaman, dan akademisi terdepat di bidang analisis kesehatan. Acara ini dirancang sebagai ajang berbagi ilmu, pengalaman, dan best practice dalam menangani tantangan transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia.
Kepala Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Si., menjelaskan bahwa penyelenggaraan seminar nasional ini merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada perkembangan profesi analis kesehatan di Indonesia.
“Seminar ini kami selenggarakan sebagai bentuk dedikasi Fakultas Analis Kesehatan untuk memberikan wadah diskusi akademik yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan industri kesehatan modern,” ujar Dr. Siti Nurhaliza dalam sambutannya pada pembukaan acara, Senin pagi, 7 April 2026.
LATAR BELAKANG DAN URGENSI SEMINAR
Perkembangan teknologi laboratorium klinis dalam dekade terakhir ini mengalami lompatan signifikan. Dari peralatan otomatis yang lebih canggih hingga sistem informasi laboratorium terintegrasi, teknologi telah mengubah cara analis kesehatan bekerja dan berinteraksi dengan pasien serta tenaga medis lainnya. Namun, tidak semua institusi pendidikan kesehatan di Indonesia sama cepat dalam mengadaptasi perubahan ini.
Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada kualitas, merasa perlu untuk mengambil inisiatif dalam memfasilitasi dialog dan transfer pengetahuan mengenai perkembangan terkini. Selain itu, seminar ini juga menjadi platform bagi mahasiswa dan dosen untuk networking dengan profesional kesehatan dari berbagai daerah.
“Kami menyadari bahwa transformasi digital bukanlah pilihan lagi, tetapi keharusan. Lulusan kami harus siap menghadapi dunia kerja yang sudah berubah. Oleh sebab itu, seminar ini sangat penting untuk memastikan kurikulum dan metode pengajaran kami tetap relevan,” tambah Dr. Siti Nurhaliza.
ISI SEMINAR DAN PEMBICARA UTAMA
Seminar Nasional Inovasi Teknologi Laboratorium Klinis 2026 dibagi menjadi beberapa sesi dengan topik yang beragam namun saling berkaitan. Sesi pertama pada pukul 09.00–10.30 WITA membahas “Teknologi Otomasi dan Artificial Intelligence dalam Analisis Laboratorium Klinis” yang dibawakan oleh Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc., dari Universitas Indonesia.
Prof. Bambang Sutrisno, yang merupakan pakar terkemuka dalam bidang bioteknologi laboratorium, menyampaikan perspektif mendalam mengenai bagaimana artificial intelligence dan machine learning telah merevitalisasi akurasi dan efisiensi pemeriksaan laboratorium.
“Teknologi AI tidak menggantikan peran analis kesehatan, melainkan memberikan mereka tools yang lebih canggih untuk bekerja lebih smart. Presisi diagnosis meningkat drastis, dan beban pekerjaan manual berkurang signifikan. Namun, analis kesehatan masih diperlukan untuk interpretasi kritis dan pengambilan keputusan klinis yang kompleks,” papar Prof. Bambang dalam presentasinya yang dipenuhi dengan data dan studi kasus konkret.
Sesi kedua pada pukul 11.00–12.30 WITA menampilkan Dr. Hj. Endang Purwanti, Sp.PK., dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, berbicara tentang “Standardisasi Kualitas dan Akreditasi Laboratorium di Era Globalisasi.” Dalam sesi ini, Dr. Endang menjabarkan standar internasional yang harus dipenuhi oleh laboratorium modern, termasuk ISO 15189 dan persyaratan Joint Commission International (JCI).
“Akreditasi bukan hanya tentang memenuhi persyaratan administratif. Ini tentang budaya quality improvement yang berkelanjutan dan komitmen untuk memberikan hasil laboratorium yang dapat dipercaya dan berkontribusi pada keputusan klinis yang tepat,” ujar Dr. Endang dengan penekanan yang kuat.
Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi ketiga pada pukul 13.30–15.00 WITA mengenai “Sistem Informasi Laboratorium dan Cybersecurity dalam Pengelolaan Data Pasien.” Pembicara untuk sesi ini adalah Ir. Joko Wahyudi, M.Tech., dari Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kementerian Kesehatan RI.
Joko Wahyudi membahas secara rinci mengenai pentingnya infrastruktur IT yang robust dalam laboratorium, termasuk sistem backup data, enkripsi, dan compliance terhadap regulasi perlindungan data pribadi. Pembahasan ini sangat relevan mengingat maraknya ancaman cyber terhadap institusi kesehatan di Indonesia.
“Keamanan data pasien adalah tanggung jawab moral dan hukum kita sebagai profesional kesehatan. Investasi dalam cybersecurity bukan biaya tambahan, tetapi investasi dalam reputasi dan kepercayaan publik,” terang Ir. Joko dalam presentasinya.
Sesi penutup pada pukul 15.30–17.00 WITA merupakan panel diskusi interaktif dengan judul “Masa Depan Profesi Analis Kesehatan di Indonesia: Peluang dan Tantangan.” Panel ini melibatkan semua pembicara utama ditambah dengan Dr. Rina Hasdiana, M.Kes., dari Asosiasi Analis Kesehatan Indonesia (AAHI), sebagai moderator.
Dalam diskusi yang sangat dinamis, peserta dari berbagai daerah dapat mengajukan pertanyaan langsung kepada para pembicara mengenai tantangan yang mereka hadapi di institusi masing-masing, dari kurangnya dana untuk pembelian peralatan modern hingga kesulitan dalam merekrut tenaga ahli.
KULIAH UMUM DAN WORKSHOP
Selain seminar utama, Fakultas Analis Kesehatan juga menyelenggarakan dua sesi kuliah umum pada hari yang sama. Kuliah umum pertama pada pukul 10.00 WITA berjudul “Peran Analis Kesehatan dalam Deteksi Dini Penyakit Menular” oleh Dr. H. Muhammad Asrul Sani, M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam sesi ini, Dr. Asrul menekankan pentingnya sistem surveillance laboratorium yang efektif dalam pencegahan dan pengendalian penyakit.
Kuliah umum kedua pada pukul 14.00 WITA menghadirkan Dr. Suyanti, Sp.Lab., dari Universitas Hasanuddin Makassar dengan topik “Inovasi Metode Pemeriksaan Laboratorium: Dari Konvensional ke Molecular Diagnostics.” Dr. Suyanti membawakan studi kasus mengenai bagaimana diagnostic molecular telah mengubah paradigma diagnosis penyakit infeksi di Indonesia.
Selain itu, acara ini juga disertai dengan workshop praktis untuk peserta dari Kendari dan sekitarnya. Workshop diselenggarakan setelah seminar berakhir, yaitu pada pukul 17.30–19.00 WITA dengan tema “Hands-On Training: Penggunaan Analyzer Terbaru untuk Pemeriksaan Hematologi dan Kimia Klinis.” Workshop ini melibatkan teknisi dari perusahaan distributor alat kesehatan terkemuka dan dipandu langsung oleh dosen Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari.
PARTISIPASI PESERTA DAN ANTUSIASME AKADEMIK
Respons terhadap seminar ini luar biasa positif. Tercatat lebih dari 500 peserta yang mendaftar, meliputi mahasiswa analis kesehatan dari berbagai universitas di Indonesia, dosen, tenaga laboran rumah sakit, dan profesional kesehatan lainnya. Peserta berasal dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Jawa.
Mahasiswa semester akhir dari Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, Nur Azizah, 22 tahun, mengungkapkan kesan positifnya setelah menghadiri seminar tersebut.
“Seminar ini sangat informatif dan memberikan wawasan baru tentang perkembangan dunia kerja yang akan kami masuki. Saya terutama tertarik dengan penjelasan Prof. Bambang tentang AI dalam laboratorium. Ini membuat saya semakin semangat untuk terus belajar dan meningkatkan skill,” kata Nur Azizah dengan antusias.
Sementara itu, Dr. Hendra Wijaya, M.Kes., Kepala Laboratorium Rumah Sakit Pemerintah Kendari, yang hadir sebagai peserta juga memberikan apresiasi tinggi.
“Acara seperti ini sangat bermanfaat bagi kami yang bekerja di lapangan. Update knowledge tentang standar dan teknologi terbaru membantu kami dalam merencanakan peningkatan layanan laboratorium ke depannya. Terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Kendari atas inisiatif ini,” ujar Dr. Hendra.
DAMPAK DAN HARAPAN KE DEPAN
Penyelenggaraan seminar nasional ini diharapkan memiliki dampak jangka panjang bagi pengembangan pendidikan dan praktik kesehatannya. Pertama, seminar menjadi catatan penting bagi pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri. Kedua, seminar membangun jaringan kolaborasi antara akademis dan praktisi yang dapat berlanjut dalam bentuk penelitian bersama atau program kemitraan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Kamri, M.A., dalam sambutannya pada pembukaan seminar, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Fakultas Analis Kesehatan.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan pendidikan kesehatan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Seminar seperti ini adalah salah satu manifestasi dari komitmen tersebut,” kata Prof. Kamri dengan penuh keyakinan.
Fakultas Analis Kesehatan juga rencanakan untuk membuat publikasi prosiding seminar yang memuat ringkasan makalah dan hasil diskusi untuk didistribusikan kepada seluruh peserta dan institusi terkait. Prosiding ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan dan praktik di bidang analisis kesehatan.
PENUTUP
Seminar Nasional Inovasi Teknologi Laboratorium Klinis dan serangkaian aktivitas akademik lainnya yang diselenggarakan Fakultas Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 telah sukses mencapai tujuannya sebagai ajang diskusi, berbagi pengetahuan, dan networking profesional. Antusiasme peserta dan kualitas pembicara menunjukkan bahwa topik yang dipilih sangat relevan dan dibutuhkan oleh komunitas kesehatan Indonesia.
Ke depannya, seminar ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, dengan melibatkan lebih banyak praktisi dan peneliti dari berbagai bidang kesehatan. Dengan terus berinovasi dalam penyelenggaraan kegiatan akademik, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan dirinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap dinamika perkembangan industri kesehatan modern dan siap menghasilkan profesional kesehatan yang kompeten, etis, dan berdedikasi tinggi.
Seminar ini juga menjadi momentum penting untuk Kendari sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan di kawasan timur Indonesia, dengan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai salah satu penopangnya.